Memperkenalkan Direktur Baru Blue Forests: Rio Ahmad

Home > All News > Memperkenalkan Direktur Baru Blue Forests: Rio Ahmad

Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Rio Ahmad telah terpilih sebagai Direktur Blue Forests dan akan segera efektif bekerja. Penunjukan Rio sebagai Direktur baru dilakukan dalam Rapat Anggota yang diadakan pada 28-29 Maret 2018 di Makassar. Pertemuan ini juga merupakan momentum refleksi bersama melalui Laporan Pertanggungjawaban Pengurus 2015 – 2018 yang merangkum kegiatan, kinerja program, kemitraan, kondisi keuangan, dan agenda ke depan.

Selama tiga tahun terakhir (2015 - 2018), di bawah kepemimpinan Yusran Nurdin Massa, mantan Direktur kami, Blue Forests mengalami perkembangan pesat. Tidak hanya dari segi jumlah staf, relawan, mitra, dan donor, tetapi juga wilayah kerja (Papua, Kepulauan Aru, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Demak, Sumbawa, Jambi, dan Riau), yang membuat meningkatnya jumlah masyarakat komunitas dampingan. Tugas-tugas tersebut juga didukung oleh sistem administrasi yang terus berkembang.

Meskipun kami adalah LSM yang sedang berkembang, tetapi kami tidak “benar-benar ingin menjadi lebih besar”. Satu hal penting, kami masih berusaha menjadi LSM yang lebih efisien dan efektif. Kami berpegang pada paradigma “local to global to local” dan pada akhirnya kembali ke akar rumput serta memperjuangkan ketahanan sosial-ekonomi-lingkungan.

Tentang Rio
 
Rio sebelumnya menjabat sebagai Restoration and Conservation Manager tahun 2015-2018. 
Setelah lulus dari jurusan Biologi, Universitas Hasanuddin, Rio mampu menunjukkan keahliannya di bidang ekologi dan pengelolaan program dalam berbagai  proyek sosio-lingkungan. Di Mangrove Action Project (MAP) Indonesia, ia bekerja sebagai Environmental Field Staff dan Ecological Mangrove Restoration Specialist (EMR) untuk program Restoring Coastal Livelihood.
 
Kemudian, Rio aktif sebagai Project Officer di Coastal Ecosystem Resilience (CER). Program ini mencakup mencakup 78.02 ha rehabilitasi lahan tambak terlantar di Pulau Tanakeke melalui partisipasi berbasis masyarakat. Khususnya di lansekap Papua, Rio terlibat di USAID IFACS yang berfokus pada pengembangan kapasitas Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) dan bersama-sama menyusun Rencana Pengelolaan Hutan Rawa Terintegrasi dan Lahan Basah untuk 250.000 ha sistem hutan Mimika. Rio sekarang memainkan peran penting sebagai Program Coordinator dalam melaksanakan rencana kerja USAID LESTARI di Lansekap Lorentz Lowland.
 
Tidak hanya soal pengalaman dalam pengelolaan proyek, tetapi juga profesionalisme dan sikapnya telah membuktikan bahwa Rio mampu memimpin Blue Forests selama lima tahun ke depan.
 
Masya Allah, apresiasi yang sangat tinggi untuk kepengurusan Blue Forests sebelumnya di bawah pimpinan Yusran Nurdin. Saya dan posisi ini hanyalah bagian kecil dari lingkungan orang-orang yang hebat dan bertalenta di Blue Forests. Bersama-sama, saya meyakini keniscayaan Blue Forests akan terus bertumbuh dan meningkatkan jaringan dalam pengelolaan wilayah DAS dan pesisir sesuai pondasi risilian yang dibangun oleh pendiri lembaga ini.