Mengapa Upaya Penanaman Mangrove Sering Mengalami Kegagalan?

  • Materi & Publikasi
  • 2011
  • 3.63 MB

Deskripsi

Kesadaran berbagai kalangan akan pentingnya ekosistem mangrove semakin meningkat. Selain pemanfaatan sumberdayanya, ekosistem tersebut juga menyediakan jasa lingkungan yang sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem pesisir dan laut.

Pelestarian ekosistem mangrove yang masih sehat dan utuh merupakan upaya paling penting karena ekosistem yang sehat dan utuh tersebut mempunyai nilai ekonomi dan ekologi yang sangat tinggi. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 2 juta hektar kawasan hutan mangrove yang rusak yang membutuhkan upaya restorasi jika memungkinkan.

Banyak program restorasi mangrove yang sudah dilakukan, baik yang diinisiasi oleh pemerintah, masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan konservasi hutan mangrove. Metode yang umumnya diterapkan adalah dengan penanaman bibit atau propagule (buah, biji, atau benih mangrove) secara langsung. Sayangnya, penanaman tersebut tidak diawali dengan kajian tentang faktor pendukung utama keberhasilan restorasi mangrove yaitu kajian ekologi mangrove, hidrologi dan gangguan.

Meskipun pada suatu lokasi sudah dilakukan beberapa kali restorasi, upaya tersebut tetap saja gagal menumbuhkan hutan mangrove. Faktor utama penyebab kegagalan upaya restorasi umumnya disebabkan kurangnya pemahaman tentang lokasi yang akan direstorasi tersebut.

Scroll to Top