Farmer Field Day di Desa Bonto Manai, Kab. Pangkep mengusung tema “Penguatan Desa Mandiri Pangan sebagai Strategi Adaptasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir” menjadi ruang berbagi pembelajaran sekaligus praktik baik yang telah dikembangkan oleh masyarakat yang bertujuan untuk mengenalkan dan memperkuat potensi lokal kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil (CSO), agar inisiatif yang telah dikembangkan di tingkat desa dapat ditindaklanjuti serta diperluas dampaknya.

Farmer Field Day merupakan puncak dari rangkaian proses pembelajaran Sekolah Lapang Pesisir (SLP), sebuah pendekatan yang dikembangkan oleh Yayasan Hutan Biru untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir agar lebih adaptif dan resilien terhadap dampak perubahan iklim.
Di Desa Bonto Manai, SLP dilaksanakan melalui beberapa pendekatan pembelajaran, antara lain Sekolah Lapang Permakultur dan Sekolah Lapang Pengembangan IMSA (Integrated Mangrove & Sustainable Aquaculture).
Sekolah Lapang Permakultur bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola pekarangan dan ternak secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal serta menerapkan prinsip desain permakultur dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didorong untuk membangun kebun produktif dan sistem pemeliharaan ayam yang ramah lingkungan, efisien, dan terintegrasi dengan ekosistem pekarangan.

Sementara itu, IMSA diperkenalkan sebagai solusi inovatif untuk mengatasi degradasi mangrove sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pendekatan ini menekankan bahwa pemulihan ekologi mangrove dan penguatan ekonomi masyarakat tidak harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan beriringan melalui praktik budidaya perikanan yang berkelanjutan dan selaras dengan fungsi ekosistem mangrove.

Dalam kegiatan ini, ibu-ibu peserta Sekolah Lapang turut memamerkan berbagai produk UMKM, seperti abon ikan, teh kalli-kalli, keripik, produksi mikroorganisme lokal (MOL), serta produk lainnya. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran di Sekolah Lapang tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi rumah tangga, peran perempuan, dan diversifikasi sumber pangan berbasis lokal.


